Dunia semakin aneh mengapa yahh?

Posted on December 29, 2008 by fiedhanurus.
Categories: my self.

Sejak liburan ini aku sering jalan ke mall barengan temen kantor . Baik sekedar makan, nonton atau mengantar mereka menari kado natal, maklum dikantor semuanya staff merayakan natal kecuali aku dan seorang temen yang volunter. Namun ak merasa indah yah hidup dalam perbedaan yang bin malem berdasarkan cinta kasih dan pengertian. makanya heran ajah kalo masih ada perang akibat beda agama:( sedih deh.

Tapi yang mau keceritakan bukan itu anglenya hehe:D.

Begini, waktu jalan-jalan ke mall taman anggrek, kami bertemu seorang anak laki-laki berusia sekitar 12-13 tahunan atau bahkan lebih muda. Mungkin anak kelas 6 SD atau 1 SMP la

h. Tuh anak ngaca terus sambil benerin rambutnya yang basah dengan minyak rambut. Ngaca mulu, lucu siy. Tapi kami jadi penasaran tuh anak mau ngapain, sendirian pula. Akh

irnya dengan sedikit iseng kuarahkan terus panadangan mataku sampai aku tau tujuannya mau kemana. Ternyata tu anak menuju cineplex 21 bo’ hahaha. Kurasa doi janjian ama pacarnya kali ya, sendirian.

pokoknya gila anak jaman sekarang masih kecil-kecil uda pada berani pacaran dudududu. begitu juga pas jalan ke blok M banyak banget pasanagan anak kecil yang seumuran a

nak SMP pada gandengan dan bermesraan ditempat umum, subhanalloh gejala apa ini dududu. Aku dulu jaman SMP taunya ma belajar ama nonton kura-kura ninja dan doraemon. SMU ajah ga pernah kepikir punya pacar, temenan siy banyak hampir sebagian besar temenku laki-laki. Kalo naksir-naksiran mah dalem hati ajah seingetku:) . Kalo anak sekarang dudu jangan ditanya lagi SD ajah uda punya pacar:(. kurasa ini juga pengaruh TV dengan sinetronnya yang tak jelas itu apalagi karya ramm

punjabi dkk yang katrok itu. Seharusnya LSF atau apalah lebih selektif, kalo ginikan merusak moral bangsa (cie fida sok mikirin bangsa yahh:)), tapi jadi sedih juga aku khawatir anakkku nanti sekarang ajah jamannya uda gila begini gimana jaman anakku remaja nanti . (meskipun masih ga tau juga kapan punya anak ya:D)

nah itu tadi fenomena aneh dan meyedihkan yang pertama. kedua pas aku jalan-jalan ke plaza semanggi ama temen-temen. Pas kami jalan, tiba-tiba mendengar sekelompok laki-laki muda ngobrol ” aduh sekarang centro rame banget yah udak kayak pasar bow” (baca dengan gaya bencong loh). Secara reflek aku berbarengan menengok kebelakang dengan temenku, lalu kami saling memandang dengan menahan perasaan aneh. Tampilan dari luar cukup meyakinkan dengan dandanan yang cukup rapi dan keliatan terawat bersih itulah kaum gay Jakarta. Kulitnya saja putih bersih keliatan terawat, kalo kami nilai siy lumayan akep-cakep. Semakin hari semakin sering kami bertemu dengan model-model mereka ini.

Samapai aku bertanya pada temenku”emang semakin banyakn yah gay dan homo di Jakarta ini?” gimana cara merekrutnya yahh trus apa siy yang mereka cari?. Aku dan temenku sampai geleng-geleng kepala melihat fenomena ini. Trus kami bergumam”ngapain siy musti jadi gay atau homo, kan masih ada perempuan-perempuan cantik yang masih jomblo semacam kami” hohoho.pantesan banyak cewek jomblo lah cowok yang cakep uda pada memilih jadi gay atau homo siy, hehhehe itu becandaan kami.

Tapi kata temenku emang tempet kumpulnya sekarang di plaza indonesia atau plaza semanggi. Trus gaya hidup semacam itu juga menular. Hadoh kalo aku siy meskipun bekerja atas nama HAM yah aku masih tidak bisa menerima keberadaan komunitas ini. rasanya begitu sulit.

Kalo pendapatku pribadi siy, karena mereka imannya ga kuat ajah. Saat ini dakwah kan mulai meredup nah banyak orang yang mulai kering secara rohani, udah jarang dapet siraman rohani. belum lagi tayangan TV yang mengajarkan gaya hidup hedonis, nah kalo yang tidak mampu tapi pingin niru dan ikut-ikutan yah cara apapun akan ditempuh. bener-bener semakin banyak hal aneh didunia ini. Apa bener dunia akan kiamat yah? ah sholat dulu ah serem jadinya:))

tabloid molor niy terbitnya:(

Posted on December 26, 2008 by fiedhanurus.
Categories: my self.

Sebenaernya lagi liburan mulai tanggal 24-6 januari lama yahh, tapi ga bisa tenang mo tidur dikosan. Kebayang deadline tabloid yang mundur terus gara-gara kemaren pergi ke Jerman. Makanya terpaksa masuk kerja mesti disinipun ga produktif sebenernya mau nulis. Mau bikin artikel buat laput dikosan juga terkadang terhambat kalo butuh data dari internet. makanya musti dateng juga ke kantor niy.

Dari tadi duduk didepn laptop belum dapet juga niy angle yang bagus untuk artikel 2, untungnya artikel 1 uda aku kirimkan ke editor kami wartawan tempo. Jadi tiba-tiba kepikiran koq bisa ya temen-temen wartawan itu bekerja dengan deadline untuk nulis berita. Aku ajah deadlinenya 3 bulan lebih belum kelar juga hehe. Kalo untuk nulis beginian yang ga gitu2 penting siy sehari juga bisa dapet banyak:).

Jadi inget kritik bosku” tulisan fida mendayu-dayu banyak kata2 yang ga penting ” makanya jangan nulis blog mulu . padahal dibilang mendayu-dayu juga ga bo’ huhuhu kalo mandayu-dayu siy tulisan orang2 dibebrapa blog yang pernah kubaca.

Tulisanku menurutku malah irit kata2 koq, yang pasti sulit nyari angle iyahhhh, musti merenung dan baca-baca dulu niy kaenya

Nasib Yanti Di Ujung Senapan

Posted on December 25, 2008 by fiedhanurus.
Categories: My Job.

Sistem hukum Arab Saudi menganggap buruh migran sebagai hak milik. P2TKIS tidak memberikan pembekalan yang memadai. Pemerintah harus bertanggung jawab.

Menjadi Buruh Migran bukanlah cita-cita Yanti Sukardi, Nasiroh, Rumini, Tari, Karsih, dan lain-lain, yang saat ini sedang mengadu nasib di negeri orang. Kemiskinanlah yang membuat mereka terdampar, baik itu di Arab Saudi, Malaysia, Singapura ataupun Hongkong. Beragam risiko pun harus mereka hadapi ketika berada di perantauan, termasuk risiko berhadapan dengan hukum. Lalu bagaimana nasib mereka ketika berhadapan dengan hukum dan budaya yang berbeda itu?

Masih segar dalam ingatan peristiwa awal tahun 2008 lalu, ketika Yanti Sukardi, buruh migran asal Karang Tengah, Cianjur, Jawa Barat, dieksekusi mati dengan ditembak oleh Pemerintah Arab Saudi. Ia dituduh telah membunuh majikannya. Ia dinyatakan bersalah mencekik hingga tewas majikan perempuannya, Aisha al-Mukhaled, dan membawa kabur perhiasannya. Yanti yang ’pahlawan devisa’, dieksekusi sebagai seorang kriminal.

Yanti bukanlah satu-satunya buruh migran yang sedang bermasalah dengan hukum di Arab Saudi. Ada masalah mendasar yang penting dipahami berkaitan dengan persoalan ini. Sistem hukum yang berbeda antara Indonesia dan negara penerima kerapkali kurang dipahami para buruh migran sebelum mereka berangkat. Arab Saudi misalnya, seperti dijelaskanWahyu Susilo dari Migrant Care (Jurnal Nasional, 16 Januari 2008), sistem hukumnya tidak mengakui buruh migran sebagai pekerja, melainkan sebagai hak milik dari majikannya. Akibatnya buruh migran tidak mendapatkan perlindungan selayaknya pekerja yang bermartabat, dengan hak dan kewajibannya ditentukan sepenuhnya oleh majikan.

Buruh migran seringkali tidak mempunyai pengetahuan dan pemahaman yang cukup berkaitan dengan perbedaan budaya maupun sistem hukum negara penerima. Sehingga ketika mereka mengalami kasus hukum yang terjadi hanyalah pasrah dan tidak tahu prosedur yang harus mereka lalui.

Di sisi lain pemerintah maupun Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Swasta (P2TKIS) juga tidak memberikan pembekalan yang cukup terhadap calon buruh migran. Ketika buruh migran bermasalah dengan hukum seringkali pihak-pihak yang seharusnya memberikan bantuan, tidak benar-benar melakukan secara maksimal. Hal sama dialami Yanti. Proses hukum dilaksanakan secara tidak transparan, namun pemerintah Indonesia terkesan tidak maksimal melakukan pembelaan terhadapnya. Hingga akhirnya kita mendengar kabar ia telah dieksekusi sebagai kriminal.

Yanti bukanlah kriminal. Ia bertindak seperti itu bisa jadi sebagai upaya terakhir melawan tekanan bertubi-tubi sang ’pemilik’ yang dialami sebelumnya. Sayang pembelaan yang sah itu tidak sempat muncul di pengadilan, karena kelalaian mereka yang seharusnya melindungi. (nsm)

Menelusuri Jejak Perjuangan Buruh Perempuan Indonesia di Hongkong

Posted on by fiedhanurus.
Categories: My Job.

(Tulisan saya ini sudah dimuat pada tabloid lembaran buruh perempuan (LEMBUR) edisi jogja bulan september kemarin)

Kalau banyak yang bilang kesadaran buruh perempuan untuk berserikat di Indonesia dianggap rendah, mungkin harus berpikir kembali. Indonesia Migrant Workers Union (IMWU) membuktikannya.

Awal tahun 1990an, ditaman Victoria (Causeway Bay), Hongkong,bertemu sejumlahburuh migran Indonesia. Mereka buruh perempuan yang bekerja sebagai pekerja rumah tangga. Disini merekasaling bertukar pikiran dan menguatkan satu dengan lainnya. Komunitas ini kemudian dikenal dengan Indonesian Group Hongkong (IG-HK). Saat itujumlah mereka masih belasan orang.

Dari tahun ke tahun jumlah buruh perempuan yang bekerja di Hongkong terus meningkat. Dari ratusan hingga ribuan orang. Dari sekadar organisasi informal, IG-HK pun berubah jadi organisasi buruh yang formal dengan mengubah namanya menjadi IMWU. Organisasi ini pun resmi mendaftarkan diri sebagai serikat buruh di Hongkong.

Sejatinya,IMWU dibentuk karenabanyaknya masalah yang sering dialami sekitar 100.000 ribuburuh. Mulai daripersoalan klasik semacam upah dibawah standar Hongkong untuk pekerja rumah tangga , upah yang dipotong dengan biaya agen, kontrak kerja paspor ditahan majikan atau agen,pelecehan seksual, hingga tidak mendapatkan hari libur.

Persoalan lainnya, kata Sartiwen kepada LEMBUR,soal kebijakan pemerintah Hongkong yang menutup kemungkinan pekerja rumah tangga asing mengganti jenis pekerjaannya, larangan membawa keluarga ke Hongkong, dan hak mengajukan permanent resident. ”Semuanya ini berlaku untuk pekerja rumah tangga yang terkategorikan unskilled resident,” ujar mantan buruh asal Banyumas dan pernah sebagai President IMWU periode 2005-2007.

Dalam perjalanannya, IMWU banyak melakukan aktivitas advokasi terhadap para buruh migran Indonesia. Strateginya pun bervariatif, mulai dari metode pengiriman selebaran ajakan berkumpul dan berdiskusi yang disebarkan pada hari minggu. Kemudianberkembang menjadi diskusi rutinterkait permasalahan yang dialami para pekerja di tempatnya masing-masing.IMWU pun melakukan pelatihan seperti komputer, gender, advokasi, dan kepemimpinan. Tak lupa, juga mengadakan pengajian.

”Saya sendiri mulai bergabung dengan IMWU yang dulunya IG-HK karena mengalami perselisihan dengan majikan, ” kenang Sartiwen. Kenyataannya,kebanyakan buruh bergabung diIMWU berawal dari terjadinya perselisihan dengan majikan maupun dengan agen penyalur dan kemudian tersebar melalui ”mulut ke mulut” oleh setiap orang. Dari sekadar konsultasi hingga mengadukan masalahnya . Dengan cara begitu lambat laun IMWU mulai dikenal di Hongkong.

Keberhasilan pengorganisiran IMWU tak lepas dari hambatan dan tantangan yang dihadapi, baik internal maupun eksternal. Tantangan internal misalnya, banyak pengurus IMWU yang habis masa kontrak bekerja atau di PHK sepihak oleh majikan. Kondisi ini mengakibatkan hambatan tersendiri baik dalam pendidikan, pengorganisirannya, maupun kepemimpinannya. Bagaimana tidak, mencari orang yang sanggup melakukan kerja-kerja pengorganisiran bukanlah hal mudah.

Disamping melakukan tugas pengorganisasian, para pengurusIMWU juga masih harus menjalankan pekerjaan rutin sebagai pembantu rumah tangga. Tantangan lain, tidak semua buruh migran Indonesia yang jumlahnya ribuan menyadari pentingnya mengorganisir diri dalam serikat buruh. Malah banyak pula yang menganggapbergabung di IMWU sebagai sia-sia,mempersulit diri, dan berbelok dari tujuan pergi ke Hongkong untuk bekerja dan menghasilkan uang.

Tantangan eksternal berasal dari agensi yang mulai resah dengan segala kegiatan IMWU. Akibatnya mulai disebar mata-mata untuk mengamati segala kegiatan IMWU. Sehingga ketika akan melakukan aksi, agensi selalu tahu dan membuat pemberitahuan pada semua majikan agar melarang pekerja rumah tangganya untuk libur. Praktis aksi yang dilakukan gagal menggalang massa. Belum lagi kebijakan-kebijakan baik kebijakan pemerintah Hongkong maupun kebijakan pemerintah Indonesia yang terkadang sangat merugikan buruh migran.

Meski menghadapi banyak tantangan toh IMWU semakin hari semakin memperkuat organisasi. Buktinya, IMWU berhasil menggalakkan iuran anggota dengan lancar sampai saat ini. Bahkan aktif melakukan advokasi kebijakan pemerintah Hongkong maupun Indonesia yang merugikan buruh migran. IMWU juga menjadi pelopor pembentukan Koalisi Organisasi Tenaga Kerja Indonesia di Hong Kong (KOTKIHO) pada 2000.Koalisi ini diharapkan dapat meyatukan gerakan buruh migran Indonesia di Hongkong.IMWU juga mendorong terbentuknya Asian Domestic Workers Alliance (ADWA),Aliansi Pekerja Rumah Tangga Migran Tingkat Asia! (nsm)

kekerasan terhadap anak

Posted on December 24, 2008 by fiedhanurus.
Categories: My Job, Uncategorized.

Kemarin malam tidak sengaja saya melihat tayangan berita sebuah televise swasta (23/12). Dalam tayangan itu diberitakan ada 6 siswa yang menjadi korban sodomi seorang kiyai pendiri sekolah yang terletak di Jawa tengah. Semalam saya juga melihat tayangan berita criminal yang memberitakan kasus sodomi terhadap 4 anak di Sulawesi tengah, belum lagi maraknya kasus perkosaan, pelecehan seksual, tafiking bahkan baru-baru ini kita digemparkan pernikahan seorang kiyai kaya terhadap anak yang masih berumur 14 tahun.

Dalam kasus sodomi di Jawa tengah tersebut banyak sekali pihak yang mendukung kiyai yang disangka melakukan sodomi itu. Pihak yang mendukung tersebut sama sekali tidak percaya bahwa sang kiyai yang menjadi panutan dan sangat baik itu telah melakukan perbuatan asusila. Justeru anak-anak usia 16 tahunan yang menjadi korbanlah yang disalahkan. Akibat dendam karena dikeluarkan, si anak nakal dan lain sebagainya yang intinya ya tidak percaya sang kiyai berbuat demikian. Lagi-lagi anak-anak menjadi korban kedua kalinya. Untuk kasus tersebut memang saya tidak tahu kebenarannya, karena saya Cuma melihat di TV sehingga banyak menilai dengan asumsi-asumsi saja.

Namun peristiwa ini sontak mengingatkan saya pada 2 tahun lalu , ketika itu saya menjadi salah seorang konselor pendamping perempuan dan anak korban kekerasan di Pusat perlindungan Perempuan dan anak (P3A) jember. Sedikit memutar ingatan saya, saat itu pekerjaan saya sehari-hari memberikan pendampingan, baik pendampingan pada proses hokum mulai di kepolisian,kejaksaan hingga kasus disidangkan di pengadilan. Bahkan sebelum korban siap melewati semua proses tersebut kami juga memberikan pendampingan medis yang bekerjasama dengan pihak rumah sakit maupun psikologis dengan seorang psikolog jika memang korban mengalami trauma berat.

Kembali pada kasus yang ingin saya ceritakan baik dari sisi pendampingan korban, keluarga maupun masyarakat sekitar, juga pendapingan medis, psikologis dan hokum. Seperti biasa sebagai pendamping perempuan dan anak korban kekerasan kami selalu membaca berita criminal yang dimuat oleh semua media local baik radar jember, memorandum, surya dan beberapa harian kriminal yang lain. Selain itu kami juga membuat jaringan dengan para wartawan criminal, kepolisian sector (polsek) diseluruh Kabupaten Jember, maupun kepolisian resort (polres) khususnya bagian serse criminal dan ruang pelayanan khusus (RPK).

Ada beberapa kasus yang akan saya ceritakan secara rinci satu persatu mulai proses pendampingan hingga putusanpengadilan tehadap pelaku, juga hambatan dan rintanganyang kami rasakan. Baik ketika berhadapan dengan korban, keluarga korban, keluarga pelaku, pihak aparat maupun media. Saya berharap tulisan saya dapat bermanfaat bagi semua pihak yang berkaitan dengan persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Kasus-kasus yang akan saya ceritakan yaitu kasus pelecehan seksual, kekerasan dalam pacaran (KDP), Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), Perkosaan, sodomi, trafiking maupun buruh migrant. Semua kasus yang akan saya ceritakan adalah hasil dari kasus-kasus yang saya damping sejak juni tahun 2004 hinggaagustus tahun 2007.

Saya fikir penting menceritakannya kembali agar bisa bermanfaat bagi semua pihak yang bekerja untuk memperjuangkan hak-hak perempuan dan anak korban kekerasan. Trik yang berhasil kami gunakan semoga dapat digunakan untuk memperjuangkan kasus yang sama dan hambatan yang kami hadapi semoga dapat menjadi pelajaran berharga.

Putusan mahkamah konstitusi

Posted on by fiedhanurus.
Categories: Uncategorized, my passion.

Ada berita menarik yang dapa dilihat di link berikut http://www.mahkamahkonstitusi.go.id/berita.php?newscode=2065, dalam putusannya selasa lalu mahkamah konstitusi memutuskan untuk melegitimasi kemenangan pemilu adalah melalui suara terbanyak bukan nomor urut.

hmmm ini menarik sekali sekaligus berita gembira bagi kawan-kawan buruh yang sedang mempersiapkan diri menjadi caleg pada pemilu 2009. Artinya jika calon legislatif dari buruh yang bukan kader partai selama ini ditempatkan oleh partai pada urutan sepatu, dengan adanya sisitem ini kemungkinan jadi akan semakin besar.

semogalah putusan makhkamah konstitusi ini membawa angin segar bagi kaum buruh ditahun 2009.

sebenernya males banget nulis soal politik hehehe males ama politik yang banyak intrik, tapi mo gimana lagi yahhh

Hamburg (2)

Posted on by fiedhanurus.
Categories: My Job, Uncategorized.

Menginjakkan kaki pertama kali dibandara Hamburg, masih belum terasa udara eropa yang konon katanya pas musim dingin. Masih terasa begitu hangat, namun ketika melangkahkan kaki menuju taksi yang telah disediakan pihak peyelenggara, barulan terasa udara berbeda. Tapi udara dinginn yang sampai menusuk-nusuk sebagaimana diceritakan temen-temen yang pernah kesini sama sekali tidak saya rasakan. Saya masih merasa udara cukup sejuk dan sangat segar. Tapi setelah sampai ditempat pelatihan barulah terasa udara begitu dinginn dan rasanya menusuk-nusuk. Hmmm gini toh rasanya musim dingin di eropa J.

Acara kami terletak lumayan jauh dari kota, yaitu di bildungcentrum yang berada dikota sasel. Bildungcentrum merupakan tempat pelatihan milik DGB Bildungswerk lembaga pelatihan serikat buruh milik DGB yaitu satu-satunya serikat buruh yang ada di Jerman. Nah kebetulan DGB Bildungswerk lah yang mendukung kegiatan lembaga kami TURC untuk melakukan advokasi,riset maupun pelatihan bagi serikat buruh di Indonesia. DGB mempunyai program di asia tenggara yang lainnya adalah Vietnam selain itu juga di Irak ada TURC irak.

DGB khusus mengundang para pengacara buruh ( labour lawyer) dari TURC, meskipun saya bukan bagian advokasi tapi riset namun kami yang bekerja di TURC diharapkan juga bisa menjadi pengacara buruh dengan background hukum yang kami miliki. Meskipun dalam hati nuraniku sampai sekarang masih belum sreg untuk menjadi lawyer, padahal udah berfikir selama 2 (dua) tahun setelah lulus pendidikan advokat tahun 2007 lalu.

Keberadaan Serikat buruh dan dewan perusahaan

Hari pertama kami mengikuti sesi tentang labour Law “ Basic Principles” didactis for labou law training, sesi ini dipandu oleh instruktur Petra Ahlburg. Petra merupakan seorang pengacara buruh yang ada di Jerman. Sosok Petra merupakan sosok yang menarik sebagai seorang pengacara lulusan universitas hamburg dia memilih menjadi pengacara buruh yang notabene tidak ada uangnya. Ketika ditanya apakah pernah menjadi pengacara pengusaha dia menjawab tegas “ dalam pekerjaan sebagai pengacara perlu keberpihakan, tidak mungkin sesekali membela pengusaha dan bergantian membela buruh, untuk itu saya memilih keberpihakan kepihak buruh” ujarnya tegas.

Petra cukup informatif dan atraktif dalam meyampaikan sesi ini. Pada awal sesi petra meyampaikan ada 8 serikat buruh (duetscher gewenscaherg ) yang tergabung dalam DGB. Antara lain yaitu SB bangunan(Ig Bau) , Sb pertanian, SB Kimia (Ig BCE), SB Pendidikan (GEW) , SB Industri metal, SB makanan minuman dan jasa (verdi), SB Polisi (GP), SB Kereta api(trainsenet). Dari 8 tersebut Serikat Buruh sector Metal (IG Metal), Kimia dan jasa merupakan serikat buruh yang paling banyak anggotanya.

Selain terdapat serikat buruh berdasarkan sector, di Jerman juga mempunyai Dewan Perusahaan (betriebsrats ). Dewan perusahaan merupakan pihak yang mewakili buruh ditingkat perusahaan, dan dipilih setiap 4 tahun sekali secara serentak oleh kaum pekerja di Jerman. Jika ada perusahaan baru yang akan mebentuk betriebsrats maka diadakan pemilihan luar biasa. Keberadaannya berdasarkan betriebsuefasuugsgeselz yaitu UUD perusahaan Jerman.Jumlah dewan perusahaan tergantung dari jumlah pekerja yang ada dalam suatu perusahaan itu, antara lain; Perusahaan yang memiliki 5-20pekerja harus ada 1 orang betriebsrats , 21-56 pekerja harus ada 3 orang betriebsrats, 51-100 pekerja harus ada 5 orang betriebsrats, 101-200 pekerja harus ada 7 orang betriebsrats, 450-500 pekerja harus ada 29 orang betriebsrats

Sebenarnya banyak lagi yang ingin saya tuliskan tentang banyaknya aturan perundang-undangan yang ada di Jerman tapi mungkin bersambung saja. Tapi ada sedikit catatan saya melihat bentuk serikat buruh juga keberadaan dewan perusahaan yang ada di Jerman jika dibandingkan dengan keberadaan serikat buruh dan aturan perundang-undangan yang masih cukup problematik.

Pertama di Jerman Serikat buruhnya cuma tergabung dalam satu konfederasi yaitu DGB. Sementara di Indonesia ada 3 (serikat buruh) yaitu KSPSI, KSPI dan KSBSI. Belum lagi ada persoalan fragmentasi serikat buruh di Indonesia yang tidak ditemukan di Jerman. Di Indonesia serikat buruh gampang pecah dan gampang membuat serikat buruh baru.

Kedua ada 12 produk perundang-undangan berkaitan perburuhan yang cukup memberikan protektif kepada kaum pekerja di Jerman. Seperti aturan tentang keberadaan betriebsrats, negara sudah otomatis memberikan perlindungan dengan adanya betriebsrats yang mewakili kepentingan pekerja didepan pihak pemberi kerja. Sementara di Indonesia memang sudah ada aturan mengenai serikat buruh yaitu UU no 21 tahun 2001 tentang kebebasan berserikat. Tapi faktanya buruh di Indonesia masih sering mengalami mutasi, demosi, PHK bahkan kriminalisasi jika mendirikan suatu serikat buruh. Masih banyak lagi perbedaan yang menarik untuk diperhatikan namun saya sudah cukup cape hari ini. Yang pasti mengetahui betapa bagusnya aturan peburuhan jerman, membuat saya semakin semangat ketika melanjutkan pekerjaan untuk serikat buruh Indonesia. Nanti akan saya tulis tentang perbedaan antara serikat buruh dan dewan perusahaan juga bagaimana system jaminan social di Jerman.

Perjalanan Jakarta –Hamburg (1)

Posted on December 23, 2008 by fiedhanurus.
Categories: My Job, Uncategorized.

Seragam calon BMI

Sebenarnya saya ingin sekali jika diberi kesempatan untuk keluar negeri adalah ke Eropa tepatnya Belanda untuk melanjutkan study dibidang hukum. Untuk mencapai hal itu segala upaya udah saya tempuh (cie sok kerja keras bgt yah kesannya), tahun kemarin udah coba lewati beberapa tahapan sampai wawancara yang akhirnya gagal. Kecewa tentu saja bagaimana tidak saya uda membayangkan tahun ini melewati hari-hari dinegeri kincir angin itu. Tapi saya selalu yakin dibalik kegagalan pasti ada hikmahnya dan saya tidak akan berhenti mencoba lagi. Bener juga sepulang dari Batam bulan November kemarin, tiba-tiba ada undangan untuk mengikuti sebuah acara khusus untuk labour lawyer dan hakim adhoc buruh semacam pelatihan hokum perburuhan Jerman. Menarik sekali ternyata Alloh menghapus semua kekecewaan saya dengan memberikan kesempatan ini.

Ada hal yang cukup menarik perhatian saya ketika mulai melewati proses-proses imigrasi di Bandara Soekarno Hatta. Disepanjang antrian panjang tampak sekelompok perempuan muda berjilbab dan berbaju seragam. Dalam hati saya menduga ini pasti calon buruh migrant atau yang biasa disebut TKI. Tapi yang kemudian rada menganggu kenapa sih mereka harus dipakaikan seragam semacam itu. Menurut saya itu justeru memunculkan diskriminasi, kalo alasannya agar mudah untuk mengorganisir mungkin bisa dibenarkan jika memang ada satu atau lebih petugas dari PPTKIS atau PJTKI yang mengorganisir mereka. Tapi ini tidak ketika saya bertemu beberapa orang mba-mba calon TKI itu dikamar mandi ruang tunggu bandara, saya sempat bertanya apakah ada petugas dai PJTKI? Mereka serempak menjawab”tidak ada mba kami dilepas sendiri dan nanti sesampainya di dubai baru ada yang menjemput”. Nah loh lalu buat apa dipakekan seragam seperti itu.

Saya tidak setuju ini bukan tidak beralasan. Sesampainya di Dubai saya langsung menuju toilet, ketika saya didalam saya mendengar percakapan dalam bahasa inggris yang rada tidak begitu bagus, sepertinya percakapan penjaga toilet. Mereka memarahi calon buruh migrant yang dari Indonesia, menurut mereka jorok dan bikin toilet kotor saja. Gila dalam hati saya baru dikamar mandi bandara saja para calon buruh migrant kita sudah mengalami hal-hal yang tidak mengenakkan. Begitupun ketika saya menuju musholla mau sholat subuh, petugas kebersihan cukup galak kepada calon buruh migrant ini. Ingin saya memarahi mereka tapi ketika saya selesai sholat petugas kebersihan itu sudah pergi (sial bangetkan menganggu konsentrasi saya sholat saja). Saya baru saja melihat sedikit contoh ketidaknyamanan yang dialami buruh migrant . Cerita-cerita kecil tersebut biasanya Cuma saya denger ketika saya wawancara untuk penelitian lapangan. Nah mengapa saya berani bilang seragamlah yang buat mereka didiskriminasikan? Loh saya kan juga sama dari Indonesia juga pake jilbab, muka juga ga lebih bagus dari mba-mba itu, tapi mengapa saya tidak mengalami apa yang mereka rasakan? Ya karena saya tidak berseragam. Dengan melihat hal-hal ini sedikit menginspirasi saya untuk melakukan sesuatu yang lebih lagi untuk buruh migran Indonesia.

“ideologi”

Posted on October 11, 2008 by fiedhanurus.
Categories: Uncategorized, my self.

hmm sebenarnya bukan mau bahas soal ideologi, tapi mau cerita soal pengalamam apply scolarship. Ceritanya aku mencoba apply shcolarship ditahun 2007 kemarin. Pemberi beasiswa mensyaratkan 4 tahapan seleksi yang harus dilalui. Alhamdulilah 3 tahapan aku lewati tanpa banyak kendala. Tes bahasa yang ak takutkan gagal, terlewati dengan mulus. Namun aku gagal pada tahapan wawancara.

Menyesal, pastinya, bingung juga apa sebenarnya yang dijadikan patokan penilaan oleh para penyeleksi terlepas dari semua kehendak tuhan. Aku penasaran juga. Akhirnya aku benar-benar merenung dan berusaha mengingat kembali dengan seksama proses wawncara yang kulalui hampir 1 jam setengah itu. Setelah kuingat-ingat ternyata ada satu persoalan yang kemudian menjadi pertanyaan para interviewer saat itu dan cukup membuatku bingung untuk menjawabnya, juga berulangkali ditanyakan. Seolah-olah ingin memastikan sesuatu hal. Semua pertanyaan berasal dari form isianku sendiri. Ada bagian dimana kita harus menyebutkan publikasiyang berhasil kita buat. Nah ak masukkanlah tulisanku yang pernah dimuat jawa pos ketika aku masih kuliah yaitu sekitar pertengahan tahun 2000. Sat itu aku semester empat, aku menulis artikel berjudul marxisme dan demokrasi. Bodohnya pas aku mau wawancara aku sama sekali tidak membaca ulang artikelku itu, pastinya sudah lupah, maklum 7 (tujuh) tahun lalu. Nah ternyata itu yang paling lama ditanyakan. Dengan berulangkali para interviewer memberondong dengan berbagai pertanyaan berkaitan dengan paham marxis. Intinya ingin sekali mengarahkan dan semacam ingin tahu ideologiku hihihi. kemudian juga ditanyain apa aktivitas yang aku ikuti pas kuliah, tepatnya gerakan mahasiswa apa dll. Kemudian salah satu interviewer mennyakan dengan jelas “tapi kamu tidak ikut-ikutan gerakan kirikan?” ahahhaha lucu juga kalo diinget.

Funding atau pemebri beasiswa itu dari amerika, kemudian tulisanku soal marxisme, kemudian basis yang aku dampingi buruh migran paling gak buruh lah. Jika kuingat-ingat mungkin ini juga jadi pertimbangan ya, amerika kan anti marxis dan sosialis, sementara mau gak mau dengan lingkungan bekerjaku sekarang digerakan buruh, bisa jadi jawaban-jawabanku ya rada sosialia yak hehe, meskipun sebenarnya ak sendiri amsih merasa ideologiku sendiri terkadang amsih gak jelas. Gak kiri yang gak kanan :).

Ternyat ideologi belum terlalu kiri kali ye uda merugikan hahaha, bodoh ya seleksi beasiswa dari amerika tapi tulisan mendukung pemikiran marx. mungkin ini juga musti kupikirkan ya, besok kalo lolos seleksi awal lagi ak ga akan memasukkan publikasi yang berbau marxis lagi deh hehehe, apalgi dengan ideologi yang belum jelas gini kadang kiri kadang kanan :p

Tapi satu yang kuingat seperti ungkapan seorang rekan dimilis beasiswa ‘failure does not mean that a person is a looser, it is a learning process.’ Gak usah malu kalau gagal terima beasiswa. Berpikir positif. Iya juga mungkin ada baiknya gak ketrima tahun ini, itung-itung berlatih bersabar, bukankah semua ada waktunya:)

Jakarta, 11 Oktober 2008

lagu jadul:)

Posted on October 7, 2008 by fiedhanurus.
Categories: Uncategorized, my self.

Lagi dengerin lagu-lagu jadul seperti loving you, beautiful girl, dont no much, i finnaly found some one, first love , ill make love to youdll….

hmmm ak baru nyadar ternyata lagu bisa membuat mood berubah. Kerjaanku bahkan ajdi lancar, Report Batam kelar bo’ . Pokoknya gak yangka banget dey. Edit tulisan BMI juga hampir kelar niy…..

Duh senengnya suasana hatiku benar-benar udah kembali seperti semula. belum lagi dikelilingi dengan temen-temen yang mau ngerti aku.

Pokoknya hari ini aku seneng banget, susana hati udah gak kacau. Kerja semangat……

harus tetap begini niy, hampir 2 blan ini kacau banget jadwal kerja, pikiran berantakan. Rencana nulis buku pengalaman pendampingan juga musti tetep berlanjut niy

semoga bisalah

Pejompongan 7 Oktober 2008